Kualitas bahan coklat Bali memainkan peran besar dalam menentukan kualitas produk cokelat yang dihasilkan. Cokelat yang menjadi salah satu oleh-oleh khas Bali ini banyak disukai karena rasanya yang unik dan berbeda dari yang lain.
Rasa premium dari cokelat Bali tentu tidak terlepas dari penggunaan bahan baku bermutu tinggi. Cokelat Bali terbuat dari bahan-bahan berkualitas yang berasal dari perkebunan lokal sehingga menghasilkan cokelat yang autentik.
Kakao Bali dan Belgia sebagai Bahan Utama Cokelat
Produk cokelat Bali yang premium dikenal memiliki rasa yang kompleks dengan tekstur yang halus. Dalam mendapatkan kualitas cokelat seperti ini, dibutuhkan biji kakao pilihan dan melibatkan teknik khusus agar cita rasa aslinya tidak hilang.
Terdapat beberapa jenis kakao terbaik yang menjadi bahan baku cokelat premium. Mulai dari Criollo, Forastero dan Trinitario. Di Indonesia, varietas kakao yang paling banyak dijumpai adalah Forastero yang memiliki rasa lebih kuat.
Forastero memiliki rasa sekunder yang kaya, seperti buah, herbal, bunga dan lainnya tergantung lokasi penanaman pohonnya. Misalnya, pohon cokelat yang berada di dekat tanaman rempah biasanya memiliki rasa kuat seperti peppermint.
Criollo adalah varietas kakao terbaik yang memiliki rasa pahit cokelat. Sedangkan Trinitario merupakan varietas yang dihasilkan dari persilangan Criollo dan Forastero.
Kualitas kakao Bali dan Belgia sendiri sudah diakui dunia, bahkan hasil perkebunan ini diekspor untuk bahan baku cokelat premium Prancis dan beberapa negara lainnya. Produsen kakao terbesar di Bali berasal dari daerah Jembrana. Bagaimana pengolahan biji kakao ini menjadi bahan coklat Bali?
1. Pemanenan
Hanya buah kakao yang telah matang yang akan dipanen. Buah yang sudah berwarna kuning bagian kulitnya dengan kematangan sekitar 5-6 bulan. Proses panen kakao dilakukan secara manual agar tidak merusak pohon.
2. Sortasi
Selanjutnya, biji kakao dikeluarkan untuk pemeraman sebelum fermentasi. Dalam satu buah kakao biasanya menghasilkan 35-50 biji kakao. Pemeraman biji kakao dilakukan dengan ditumpuk di atas alas daun pisang dan ditutup untuk mengurangi kadar air.
3. Fermentasi
Kakao Bali terkenal dengan kakao fermentasi yang memiliki cita rasa unik. Proses fermentasi biasanya dilakukan 5-8 hari dan secara berkala biji kakao dibolak-balik agar proses fermentasi merata.
4. Pengeringan
Biji kakao disebarkan di atas papan besar untuk kemudian dijemur di bawah sinar matahari. Proses pengeringan ini bisa memakan waktu kurang lebih seminggu. Pengeringan biji kakao dapat mengurangi kadar air hingga 6-7 persen sehingga beratnya bisa berkurang setengah dari berat awal.
5. Penentuan Mutu Biji
Biji kakao yang sudah kering akan disertasi untuk menentukan kualitas dan mutu biji. Pemilihan biji kakao ini biasanya akan dipisahkan berdasarkan ukuran dan kualitas. Biji kakao berkualitas tinggi yang dapat digunakan sebagai bahan baku cokelat premium.
Biji kakao yang diambil dari petani kemudian diproses lagi di pabrik cokelat. Melalui proses penyangraian dan penggilingan biji kakao akan menghasilkan kakao massa (cocoa mass). Kakao massa ini yang memberikan karakteristik khas cokelat dengan rasa pahit cenderung asam dan warna yang gelap.
Selain kakao massa, biji kakao juga menghasilkan lemak kakao (cocoa butter). Lemak alami ini didapat dari proses penggilingan dan pengepresan biji kakao. Penggunaan lemak kakao yang memberikan tekstur dan kekentalan khas pada cokelat.
Lemak kakao adalah bahan coklat Bali yang membuat cokelat terasa lumer dan meleleh di mulut saat dimakan. Kakao massa dan lemak kakao adalah bahan dasar pembuatan dark cokelat atau cokelat hitam dengan rasa yang lebih intens dan pahit.
Gula Kelapa Bali sebagai Bahan Tambahan Cokelat Premium
Pembuatan coklat Bali premium tentu tidak hanya menggunakan kakao massa dan lemak kakao. Dibutuhkan bahan tambahan untuk menghasilkan cokelat yang lezat dan tidak terlalu pahit. Salah satunya adalah gula untuk memberikan rasa manis.
Tidak semua gula yang manis dibuat dengan cara yang sama. Pembuatan cokelat premium menggunakan gula yang diambil dari nektar atau cairan khas bunga kelapa. Petani Bali mengumpulkan nektar bunga kelapa dalam wadah bambu.
Kemudian, cairan bunga kelapa ini dimasak dengan api besar dalam waktu cukup lama untuk menghasilkan gula yang bisa digunakan untuk bahan baku cokelat. Gula kelapa yang digunakan adalah gula kristal dengan rasa otentik.
Rasa asli dari gula kelapa ini dapat dipertahankan karena proses pembuatan gula yang dilakukan secara manual dan tanpa bahan kimia atau pengawet. Selain itu, gula kelapa juga memiliki indeks glikemik lebih rendah dibanding gula putih.
Indeks glikemik pada gula kelapa sekitar 35, sedangkan gula putih bisa mencapai 60-75. Oleh sebab itu, penggunaan gula kelapa pada produk cokelat tidak hanya memberi rasa manis tetapi juga energi untuk tubuh yang lebih tahan lama.
Gula kelapa juga penting dalam bahan coklat Bali karena fungsinya untuk memperbaiki tekstur cokelat. Jika tanpa gula, cokelat yang dihasilkan akan sulit dibentuk dan rasanya akan terlalu pahit.
Kopi Bali dalam Produk Cokelat Premium
Selain kakao dan kelapa, bahan lokal seperti kopi Bali juga digunakan dalam pembuatan cokelat Bali premium. Kopi Bali yang terkenal adalah kopi Kintamani yang berasal dari dataran tinggi Kintamani, Bali.
Petani kopi di sekitar Gunung Batur menerapkan metode penanaman dan pengolahan kopi tradisional untuk menjaga kualitas kopi yang autentik. Karakteristik kopi Bali ini memiliki rasa manis, cenderung fruity dengan sentuhan chocolaty.
Kopi dalam bahan coklat Bali memberikan rasa yang lebih kompleks dan beda dari cokelat pada umumnya. Memberikan sensasi rasa manis yang lembut dengan aroma kesegaran yang khas. Selain itu, kopi Bali juga memiliki aroma cokelat yang unik.
Karakteristik ini membuat kopi Bali dapat menghadirkan kesan manis pada produk cokelat premium. Cokelat dengan tambahan bahan seperti kopi ini memiliki aroma manis seperti karamel yang lebih kuat.
Pada pembuatan cokelat asli atau dark chocolate mungkin tidak membutuhkannya. Namun, pada varian tertentu seperti Cokelat Karamel, kopi asli Bali menjadi bahan baku penting selain kakao dan gula kelapa.
Ingin merasakan langsung keunikan rasa dari cokelat khas Bali yang dibuat dengan kakao pilihan, gula kelapa alami, dan kopi khas Kintamani? Temukan pengalaman mencicipi cokelat premium yang tidak hanya lezat tapi juga kaya akan cita rasa lokal dengan Falala Chocolate.
Jadikan Falala Chocolate pilihan utama untuk oleh-oleh atau hadiah spesial untuk orang tersayang!
FAQs
- Apa saja bahan dalam cokelat asli?
Cokelat asli biasanya terbuat dari biji kakao asli tanpa campuran bahan lain. Biji kakao diproses menjadi kakao massa dan lemak kakao yang merupakan bahan dasar pembuatan cokelat.
- Apa itu cokelat 100% asli?
Cokelat 100% asli adalah varian cokelat yang dibuat hanya menggunakan biji kakao tanpa pemanis maupun bahan tambahan lain. Hasilnya cokelat dengan rasa pahit dan warna hitam.
- Apa saja bahan dalam cokelat Bali?
Bahan-bahan dalam cokelat Bali antara lain kakao massa, lemak atau mentega kakao, gula kelapa dan tambahan kopi Bali untuk varian cokelat tertentu.
- Apa saja cokelat Bali?
Rekomendasi produk cokelat Bali premium yang populer adalah Falala Chocolate Bali. Bahan coklat Bali ini menggunakan bahan-bahan lokal sehingga kualitas dan rasa cokelatnya unik dan berbeda.